
Gawang Real Madrid sepertinya takkan mendapat banyak ancaman saat menghadapi tuan rumah Levante pada jornada 8 La Liga 2014/15, Sabtu (18/10). Pasalnya, statistik sejauh ini menunjukkan kalau kekuatan ofensif Levante sangatlah lemah.
Hingga jornada 7, Levante baru membukukan total 15 shots on target. Angka tersebut merupakan yang paling rendah dibandingkan tim-tim lain di La Liga musim ini.
Lini serang pasukan Jose Luis Mendilibar yang dihuni Jordi Xumetra, Victor Perez, Jose Morales dan David Barral
sejatinya telah menghasilkan total 68 tembakan, unggul atas Athletic
Bilbao (65), Espanyol (59), bahkan Deportivo La Coruna (55).
Namun sayang, akurasi Levante sangat buruk, hanya sebesar 31% atau rata-rata cuma 2,1 shots on target per laga. Alhasil, Levante pun baru sanggup mencetak empat gol (semuanya dalam laga tandang).
Ironisnya,
angka kebobolan mereka juga terbilang mencemaskan. Dalam tujuh laga
awal, gawang Levante sudah bergetar 15 kali, rekor pertahanan terburuk
ketiga di La Liga 2014/15 setelah Deportivo (19) dan Elche.
Sementara itu, Iker Casillas dan kawan-kawan yang akan datang bertandang nanti adalah pemilik catatan gol terbaik. Total 25 gol sudah mereka sarangkan dalam tujuh jornada.
Mengacu pada semua faktor di atas, rasanya sulit melihat Levante bisa selamat ketika menjamu El Real di Ciutat de Valencia.
Read more
Neymar
menunjukkan kembali talenta besarnya kala Brasil menghempaskan Jepang
kemarin, membuktikan ia bakal bisa lebih besar dari legenda Samba, Pele.
Striker Barcelona itu memborong empat gol Selecao kala melibas skuad Samurai Biru 4-0 di laga persahabatan. Dan dengan empat gol itu ia pun masuk jajaran elit legenda Brasil.
Dengan
usia yang masih sangat muda, Neymar lebih dari mungkin mencatat lebih
banyak rekor dan sejarah, bahkan mungkin menggusur Pele dari status
'dewa' sepakbola di Brasil.
Berikut adalah beberapa bukti
statistik yang bisa mendukung klaim Neymar lebih baik, atau setidaknya
bakal lebih baik, dari Pele.
Read more

Untuk kedua kalinya dalam kualifikasi Euro 2016, Belanda mengalami kekalahan. Takluk dari Republik Ceko di matchday pertama, Selasa (14/10) Oranje ditekuk Islandia.
Atas dua kekalahan tersebut, Belanda kini terlihat tak seperti Belanda di era Louis van Gaal yang meraih tempat ketiga di Piala Dunia 2014. Kondisi yang terjadi kini, membuat Guus Hiddink menjadi frustrasi.
"Saya tak marah tapi saya kecewa. Saya tak tahu ke mana perginya Belanda yang di Piala Dunia lalu. Kami harus melihat kondisi yang terjadi saat ini dalam persepakbolaan Belanda." ujar Hiddink pada De Telegraaf.
Dalam duel melawan Islandia, Belanda kebobolan dua gol melalui kaki Gylfi Sigurdsson. Hiddink menganggap pasukannya terlalu lambat untuk bereaksi.
"Kami menyulitkan diri kami sendiri dengan gol di menit awal. Tiga atau empat pemain Islandia terus memperhatikan Robben dan kami tak mengambil peluang.
"Kami tak memindahkan permainan ke sisi yang lain. Kami juga lemah dalam memainkan tempo untuk membuat pemain-pemain kami bebas." imbuh Hiddink.
Read more